Salam Rindu Rumput Hijau Dari Sumenep

2:18 AM

Sepakbola merupakan hiburan rakyat Indonesia sekaligus salah satu faktor utama peningkatan kesejahteraan rakyat Indonesia. Sudah bukan rahasia lagi jika sepakbola olahraga terbesar dan dikagumi lebih 200 juta jiwa penduduk Indonesia, sehingga sangat besar peranan sepakbola dalam perjalanan bangsa Indonesia.

Dikutip dari salah satu tulisan makalah M Bardan Salam, yakni sudah menjadi fakta juga bahwa Soeratin selaku pendiri Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia menggunakan Sepakbola sebagai salah satu sarana perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dari penjajah dan segala belenggu perbudakan. Ini menunjukan bahwa Sepakbola sangat penting artinya bagi rakyat Indonesia. Sepakbola apabila dikelola secara baik dan profesional seperti di negara asalnya Inggris, maka akan membawa dampak ekonomi yang begitu besar dan baik bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Presiden sebagai orang nomor satu di Indonesia memiliki tugas dan peranan dalam menjalankan kekuasaan pemerintahan berdasarkan UUD 1945. Adapun salah satu tujuan UUD 1945 adalah untuk mensejahterakan rakyat Indonesia yang berarti seorang Presiden berkewajiban untuk mewujudkan kesejahterakan rakyat dan salah satunya adalah dengan membangun Sepakbola yang profesional bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Semenjak dibekukannya liga Indonesia Super League (ISl) oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Hiburan rakyat Indonesia seketika redup. Sorak sorai dan kemeriahan di lapangan tidak terlihat lagi. Bahkan, berbagai aksi dipertontonkan oleh pemain, tim official dan pelatih sebagai bentuk protes terhadap pemerintah. Bersamaan itu pula FIFA menjatuhkan sanksi dan membekukan sepakbola Indonesia sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Seketika, ladang penghasilan pemain sepakbola terhenti. Agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi, tak sedikit pemain profesional mengikuti pertandingan sepakbola di daerah atau biasa disebut sepakbola Tarkam.

Namun, pemerintah tidak tinggal diam atas hal itu. Rakyat Indonesia lantas disuguhi Piala Presiden dan baru-baru ini Piala Jenderal Sudirman (masih berlangsung). Meski begitu, banyak kalangan menganggap langkah itu hanya solusi jangka pendek.

Selaku menteri yang ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo, Imam Nahrawi yang kelahiran Bangkalan, Madura, lantas membuat gebrakan. Salah satunya program satu desa satu lapangan. Ia menilai selama ini banyak lapangan di desa-desa sudah beralih fungsi seiring kemajuan zaman. Padahal, adanya lapangan di setiap desa sebagai awal tumbuhnya bibit pesepakbola profesional.

"Kami genjot satu desa satu lapangan, ini bentuk perhatian pemerintah akan kemajuan sepakbola" ungkapnya ketika hadir dalam acara KNPI Jawa Timur, di Kota Batu, beberapa bulan lalu.

Karenanya, penulis iseng-iseng menulis status di Twitter dengan dicantumkan alamat twitter Kemenpora dan Menpora (Imam Nahrawi). Isinya 'program satu desa satu lapangan apa masih jalan. Apa syarat dan prosedurnya, dan 'di desa kami sudah puluhan tahun g ada lapangan pak menteri'.

Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, Kabupaten Sumenep, merupakan salah satu desa penghasil padi dan tembakau. Bisa dibilang salah satu penyokong kebutuhan pangan rakyat Indonesia. Terdiri dari lima dusun dengan jumlah penduduknya kurang lebih sekitar 3500 jiwa.

Dulunya, di Desa Meddelan terdapat lapangan sepakbola. Namun, berubah menjadi lahan pertanian pasca pergantian pejabat desa. Untuk bermain sepakbola, pemuda-pemuda desa harus ikut di desa sebelah. Bahkan, tidak sedikit yang memilih ikut olahraga volly, karena sarananya tersedia atas urunan warga setempat.

Selama ini, untuk sekadar menyalurkan hobi dan minat, anak-anak muda desa kami bermain di laham kosong dengan luas seperempat lapangan sepakbola. Itupun hanya bisa digunakan saat mus kemarau. Posisinya berdekatan dengan Masjid Al-falah dan rumah mantan Kepala Desa.

Jika ingin merasakan lapangan standar, pemuda-pemuda desa harus urunan urunan. Itupun hanya dilakukan seminggu sekali.

Ihwal mewujudkan lapangan sepakbola sejatinya sudah sejak lama. Sayang, perangkat desa seraya acuh tak acuh atas kondisi itu.

Bisa dikatakan, potensi melahirkan atlet sepakbola profesional dari Desa Meddelan terbuka lebar. Pasalnya, anak muda di desa ini memiliki skill cukup baik. Mulai usia dini hingga dewasa tercatat pernah memperkuat klub sepakbola daerah di setiap turnamen. Tinggal dipoles dan disediakan sarananya.

Sama halnya dengan pembinaan sepakbola di Kabupaten Sumenep belum maksimal. Bahkan, saat ini tim Persatuan Sepakbola Sumenep (Perssu) masih terseok-seok atau kalah dengan tim lain seperti Persepam Pamekasan, Persiba Bangkalan dan Sampang.

Sebagai pemuda Indonesia yang peduli akan kemajuan sepakbola. Sejatinya sangat berharap program satu desa satu lapangan benar-benar massif di setiap daerah. Khususnya di Kabupaten Sumenep.

Warga Madura sempat bahagia ketika Persepam Madura United berlaga di ISL. Sayang, skuad pemainnya didominasi dari luar daerah. Hanya beberapa pemain lokal yang memperkuat klub besutan Ahsanul Qosasih, dkk itu. Kini, klub tersebut tidak terdengar kembali.

Masyarakat Madura ingin sekali mendukung klub asli Madura yang skuadnya putera daerah berlaga di liga resmi Indonesia. Saat ini, mulai kalangan pemuda hingga dewasa masih memfavoritkan klub daerah lain, sebut saja Arema Malang dan Persebaya Surabaya.

Kabar Madura menjadi Provinsi tidak  terlalu genting dikalangan masyarakat. Sebab, upaya itu hanya ditataran politisi dan pemangku kekuasaan. Sebaliknya, lahirnya klub asal Madura kedepannya  diyakini menjadi modal penting pemersatu masyarakat Madura.

Selain itu, maraknya peredaran narkoba di Madura menjadi sorotan pemerintah pusat. Bahkan, Badan Narkotika Nasional (BNN) di bawah pimpinan Budi Waseso (Buwas), berencana membangun penjara bagi tersangka narkoba di kepulauan Kangean. Dari sepakbola, bisa saja peredaran narkoba diberantas dengan penguatan persatuan dan pengetahuan dikalangan pemuda. Sehingga, anak muda di Madura tidak lagi terjebak dalam barang haram itu.

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

No comments