Tahun Baru, Insha Allah Memilih Ngaji dan Berdzikir

6:06 PM

Perayaan pergantian tahun tinggal hitungan jari. Pernak pernik menyambut tahun 2016 pun mulai terlihat di sepanjang sudut kota, sebut saja penjual terompet dengan aneka bentuk serta kembang api.

Bagi yang sudah berkeluarga mungkin telah menentukan akan merayakan di mana dan berlibur ke mana?

Bagi yang berpasangan juga sudah mengagendakan naik gunung, nimbrung di Alun-alun, hingga pergi ke pantai.

Bagi seorang jomblo, ada yang memilih merayakan bersama teman, sahabat maupun memilih menghabiskan sepanjang malam di depan playstasion (PS).

Bagi seorang aktivis, tahun baru dijadikan kesempatan untuk tour, nongkrong bareng hingga berdialog masalah bangsa. Bisa juga ditandai dengan bakar-bakar jagung dan ikan. (Pengalaman saya dulu seperti itu)

Bagi kalangan santri, malam tahun baru disambut dengan tadarus dan sholawat.

Dikalangan pemburu berita, tahun baru dijadikan ladang untuk meraup sebanyak-banyaknya berita. Sama halnya dengan seorang fotografer mengabadikan setiap momen pergantian tahun baru.

Pengelola cafe, wisata dan hotel juga tidak mau ketinggalan. Mereka berlomba-lomba menggelar even agar mampu menarik minat masyarakat.

Bagi mall dan toko-toko pakaian juga membanting harga alias cuci gudang di akhir tahun.

Tidak menutup kemungkinan, sebagian masyarakat Indonesia enggan merayakan tahun baru. Selain dinilai glamor, juga malas terjebak macet di pusat kota.

Khusus kalangan yang enggan keluar rumah tidak perlu khawatir. Pasalnya, belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, berbagai program hiburan di televisi (TV) disajikan. Sedikit banyak dapat mengurangi rasa penat dan bete di dalam rumah.

Secara pribadi, jika tidak ada tuntutan profesi dan ajakan seseorang yang sangat amat dicintai. Saya akan memilih menghabiskan malam tahun baru dengan mengaji dan berdzikir.

Bukan sok alim dan tidak suka hiburan. Melainkan, berupaya berihtiar dan mendekatkan diri pada sang pencipta.

Sama halnya, saat 1 Muharrom saya lebih memilih di dalam kamar dan bermunajat kepada ilahi.

Pergantian tahun identik dengan harapan dan intropeksi diri.

Harapan, supaya setahun ke depan lebih menjadi pribadi yang baik, dilancarkan urusannya, kerjaan, studi, hingga lebih maju dari tahun sebelumnya.

Intropeksi, bisa dilakukan dengan cara mengingat seberapa banyak waktu yang terbuang sia-sia dan beraktifitas yang tidak ada hasilnya selama satu tahun. Nah, hal-hal itu bisa dikolaborasikan dan menjadi pantangan dilakukan di tahun mendatang.

Entahlah...semoga tahun 2016 saya dan semua teman-teman lebih baik, karirnya lebih baik bagi kerabat dan sahabat yang  sudah kerja, cepat lulus bagi kerabat yang masih menempuh studi, dan cepat ke pelaminan bagi yang sudah memiliki calon.

2016, Masyarakat Ekonomi ASEAN resmi digulirkan. Mau tidak mau kita harus mampu bersaing dengan SDM lainnya. Jika tidak, otomatis akan tersisihkan.

Semoga disemogakan tahun 2016 kita menjadi pribadi yang baik dan bertaqwa pada tuhan Yang Maha Esa (YME). Aminn Ya Robbal Alamin

29 Desember 2015, Sekret AJI

Catatan ini saya buat, sebagai bentuk pengalaman dalam menyambut tahun baru

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Penulisan markup di komentar
  • Untuk menulis huruf bold gunakan <strong></strong> atau <b></b>.
  • Untuk menulis huruf italic gunakan <em></em> atau <i></i>.
  • Untuk menulis huruf underline gunakan <u></u>.
  • Untuk menulis huruf strikethrought gunakan <strike></strike>.
  • Untuk menulis kode HTML gunakan <code></code> atau <pre></pre> atau <pre><code></code></pre>, dan silakan parse kode pada kotak parser di bawah ini.

Disqus
Tambahkan komentar Anda

No comments